Cara Reset, Resetter Cartridge Printer Canon ip1880

Cara Reset, Resetter Cartridge Tinta Printer Canon ip1880. Pernah Printer Canon ip1880 Anda mengalami masalah?. Biasanya Printernya macet dengan pesan error “Replace Black Ink Cartridge” dan cartridge kosong, nggak mau ngeprint. Biasanya terjadi pada printer yang  diinfus. Beberapa waktu yang lalu pesan ini juga muncul pada Printer Canon ip1880 teman saya untuk Cartridge warna dan dibawa ke penjualnya untuk di RESET Cartridge dengan biaya Rp. 25.000,-

Berikut Cara Reset Cartridge Tinta Printer Canon ip1880 :

  1. Hidupkan Printer
  2. Tekan tombol RESUME selama lebih dari 6 detik
  3. Lepaskan tombol RESUME dan printer bisa digunakan kembali

Berikut Download Software Reset Cartridge Tinta Printer Canon ip1880 dan beberapa Trik yang bisa Anda coba kalau cara yang lainnya gagal :

Download Resetter Printer Canon ip1880

Download Software

Cara pertama tersebut sebenarnya belum selesai karena Status Cartridge masih kosong atau tidak ditampilkan atau Disable meskipun kondisi tinta penuh. Nah untuk melakukan RESET Cartridge Tinta Printer Canon ip1880 supaya status tintanya kembali terbaca dapat dilakukan dengan cara kedua sebagai berikut :

  1. Lepas kabel Power yang terhubung ke Listrik
  2. Tekan tombol POWER pada printer dan tahan. Sambil tetap menahan/menekan tombol POWER tancapkan kabel power listriknya
  3. Masih tetap dalam posisi menahan/menekan tombol POWER tekan tombol REJECT 2 kali kemudian lepaskan tombol POWER
  4. Nah… sekarang printer Canon ip1880 siap direset Cartridge-nya dengan Software Resetter
  5. Jalankan Softwarenya dan bukalah Lock Release
  6. Pada Set Distination pilih ip1800
  7. Pilih CLEANING dan EEPROM CLEAR
  8. Klik MAIN dan PLATEN
  9. Nah… sekarang Anda coba Cek PATTREN1

Software tersebut dapat digunakan pada Printer Canon ip1880, ip2500 dan seri ip1100.

source : http://oprekzone.com/cara-reset-resetter-catridge-printer-canon-ip1880

Menambah Kecepatan Internet pada Windows XP

Mungkin sedikit banyak orang sudah tahu khususnya pakar teknisi komputer. Ternyata kecepatan bandwidth internet dalam keadaan defaultnya pada Windows XP dibatasi hanya 80% dari nilai maksimal. Jadi kalau ingin menambahkan sebesar 20%, perlu disetting lagi konfigurasinya agar kecepatan bandwidth menjadi 100%.
Langkah-langkahnya :

1. Dari menu Start -> Klik Run, ketik gpedit.msc

2. Klik OK. Kemudian akan muncul layar Windows Group Policy.

3. Selanjutnya klik Administrative Template -> Network -> QoS Packet Scheduler

4. Klik “Limit reservable bandwith” pada sebelah kanan. Ubah setting ke Enabled.
Ubah bandwith limit dari defaultnya sebesar 20% menjadi 0%.

5. Klik Apply, lalu OK.

6. Restart komputer

source : vayoga

Bikin Kartu Nama Sendiri Menggunakan Microsoft Publisher 2007

Pengen punya kartu nama hasil rancangan sendiri tapi bingung cara bikinnya karena nggak tau harus pake program apa? Coba pake aja Microsoft Publisher 2007, caranya relatif mudah dan cepat.

Berikut langkah membuatnya :
1. Buka Microsoft Publisher 2007.
2. Pilih Menu Business Cards dari Daftar Publication Types.

3. Pada bagian tengah terlihat berrbagai macam template kartu nama yang tersedia.
4. Pilih salah satu template yang kamu sukai.
5. Masukkan data pribadi kamu pada kolom yang tersedia.
6. Gambar dapat diubah diambil dari file yang ada dari komputer.
7. Ubah warna, jenis font dan tata letak sesuai keinginan.
8. Selesai dan sekarang tinggal cetak.

Bila menginginkan kualitas yang bagus, kamu bisa mencetak kartu nama tersebut diatas kertas glossy. Atau bisa juga dibawa dan dicetak pada tempat percetakan.

source : vayoga

Tips menjaga Flash Disk

Saat ini terdapat banyak media penyimpan data eksternal yang memiliki ragam bentuk dan ukuran data seperti memory chip, hardisk eksternal dan flashdisk tentunya. Namun untuk alasan praktis, rupanya flashdisk masih menjadi pilihan bagi kebanyakan orang walaupun sekarang sudah banyak bermunculan hardisk eksternal berbagai macam merk dan jelas-jelas memiliki ruang penyimpanan data yang jauh lebih besar dibandingkan flashdisk. Hal ini dikarenakan bentuknya yang kecil sehingga mudah dibawa serta penyimpanan, seperti dapat diselipkan pada saku misalnya.
Tentunya selain memiliki kelebihan seperti telah disebutkan tadi, flash disk ternyata bisa menjadi rentan mengalami kerusakan apabila pemakai kurang memahami sifat dari flashdisk dan kebiasaan dalam penggunaan ditambah lagi hal lain yang dapat mempengaruhi usia flashdisk tersebut.

Untuk itulah artikel ini disajikan untuk membantu kamu bagaimana merawat dan menjaga agar Flashdisk awet dalam artian tetap bisa bekerja dengan baik dan tahan lama :
1. Hindari terkena air.

Jauhkan flashdisk agar jangan sampai terpapar air, kehujanan atau bahkan terendam dalam air. Hal seperti diatas dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen di dalamnya sehingga dapat berakibat tidak bisa terbacanya data yang berarti hilangnya data selamanya. Memang ada beberapa merk yang berani mengklaim bahwa produknya anti-air (waterproof), namun langkah paling aman adalah menjauhkan flashdisk dari terkena air.
2. Hindarkan dari pengaruh medan magnet yang kuat

Usahakan menaruh flashdisk pada saat tidak digunakan di tempat yang aman dari pengaruh medan magnet yang kuat, diantaranya TV, HP dan speaker berukuran besar. Banyak dari kita dengan alasan mudah dijangkau dan mudah mengingatnya sering meletakkan barang-barang berukuran kecil seperti kunci termasuk flashdisk diatas TV. Nah, disinilah yang keliru. Flashdisk sebaiknya jangan diletakkan disana, karena TV memiliki pengaruh medan magnet yang sangat kuat. Begitu juga meletakkan flashdisk menjadi satu dengan HP jangan dilakukan, seperti menyimpan flashdisk dan HP di saku yang sama.
3. Biasakan mencabut flashdisk pada saat sudah aman

Biasakan selalu mencabut flashdisk dari colokannya (USB Port) setelah selesai digunakan dengan melalui proses eject yang benar. Lakukanlah selalu dengan melakukan stop pada bagian “Safely Remove Hardware” dari komputer dan cabutlah setelah ada pemberitahuan ”Safe To Remove Hardware” muncul pada layar monitor. Hal ini dilakukan agar tidak mempengaruhi file-file data yang tersimpan di dalamnya. Flashdisk yang belum siap dicabut biasanya karena masih terdapat proses yang sedang berjalan (transfer data) atau bisa pula proses dari virus yang sedang bekerja.

4. Pastikan selalu scan virus dengan antivirus yang terupdate.

Perpindahan data dari computer ke flashdisk sangat rentan terhadap berpindahnya virus apabila komputer asal telah terjangkit virus. Lebih-lebih lagi apabila kamu menyimpan data dari warnet sehabis download atau sekedar copy data. Sudah bukan rahasia lagi kalau warnet selama ini menjadi “sarang” atau “media” (lebih tepatnya mungkin?) bagi virus untuk berpindah dan melancarkan aksi jahatnya memanfaatkan flashdisk dan melakukan penyebaran ke komputer pribadi. Untuk itu pastikan flashdisk discan secara penuh setelah dipakai memindah data dengan antivirus yang selalu terupdate.
5. Jauhkan dari Tempat yang panas serta benturan keras

Flashdisk juga memiliki sifat tidak tahan panas seperti halnya barang elektronika lainnya. Jangan meletakkan flashdisk pada tempat yang panas, seperti diatas dashboard mobil yang ditinggalkan dibawah teriknya sinar matahari atau karena panas yang ditimbulkan mobil itu sendiri. Selain itu hindarkan agar flashdisk tidak terbentur benda keras atau sering terjatuh.
6. Selalu tutup kembali

Setelah selesai digunakan kenakanlah kembali tutup dengan baik. Ini dilakukan untuk menghindari masuknya kotoran yang tidak diinginkan seperti debu ataupun benda asing yang dapat mengakibatkan gagal dikenalnya flashdisk saat dimasukkan dalam USB Port. Selain itu juga dapat mengakibatkan gagalnya baca/tulis data didalam flashdisk.
7. Minimalisir proses hapus-tulis

Biasanya flashdisk memiliki kekuatan bertahan (baca:usia) hingga 100.000 kali proses hapus tulis. Berbagai macam merek flashdisk yang ada di pasaran memiliki kualitas dan harga yang berbeda yang juga mempengaruhi umur pakai dari flashdisk yang bersangkutan. Namun demikian hal itu tidaklah mutlak. Alangkah baiknya apabila kita membiasakan untuk meminimalisir proses hapus-tulis pada flashdisk agar usia flashdisk lebih bertahan lama. Biasakanlah bekerja dengan teliti dan benar sehingga kita tidak mengulang men-save pada flashdisk yang berarti mengulang proses tulis pada flashdisk. Minimalisir mengedit data langsung pada flashdisk. Sebaiknya lakukan editing dengan baik pada computer, setelah benar semua dan tidak ada koreksi barulah memindah ke dalam flashdisk.
Selain itu tidak dianjurkan untuk menjalankan program langsung yang tersimpan dalam flashdisk, walaupun program mini game ataupun portable application, karena akan mengurangi usia flashdisk itu sendiri. Pindahkanlah program terlebih dahulu ke dalam komputer.

Cara menginstall windows XP

Yang harus dipersiapkan:

1. Seperangkat komputer lengkap dengan CDROM/DVDROM

2. CD/DVD WINDOWS XP

Langkah-langkah:

1. Hidupkan komputer, kemudian masuk ke system BIOS dengan menekan tombol DEL (umumnya tombol DEL atau perhatikan tulisan di layar pada saat pertama kali menghidupkan komputer).

2. Ubah “1stboot device” yang biasanya terdapat pada ADVANCE SETTING ke CDROM/DVDROM.

3. Tekan F10 atau pilih SAVE CHANGES AND EXIT.

4. Komputer akan restart secara otomatis.

5. Hidupkan kembali komputer, perhatikan dilayar akan muncul tulisan “PRESS ANY KEY TO BOOT FROM CD”, kemudian tekan sembarang tombol agar system komputer boot dari CDROM/DVDROM.

6. Proses awal instalasi akan berjalan. Tunggu sampai muncul tulisan “PRESS ENTER TO CONTINUE, PRESS F3 TO EXIT and PRESS R TO REPAIR”. Tekan ENTER untuk melanjutkan instalasi.

7. Akan muncul sebuat agreement. Tekan F8 untuk i agree

8. System akan mengecek apakah di dalam komputer sudah ada system WINDOWS XP sebelumnya. Jika sudah ada maka akan muncul pilihan untuk instalasi ulang denga menekan ESC atau untuk repair dengan menekan R.

9. Untuk sekarang kita akan melakukan instalasi ulang dengan menekan tombol ESC.

10. Akan muncul partisi yang ada pada hardisk (jika sebelumnya sudah di partisi).

11. Kita bisa melakukan partisi ulang dengan menghapus partisi yang lama terlebih dahulu, baru membuat yang baru. Cara-cara untuk partisi ulang sudah tertera pada layar. Biasakan membuat min 2 partisi. 1 untuk system WINDOWS dan 1 lagi untuk DATA.

12. Setelah kita partisi ulang, tekan “ENTER” pada partisi yang akan diinstall WINDOWS. Usahakan menginstall WINDOWS pada partisi drive C.

13. Setelah menekan “ENTER” akan muncul pilihan formating. Apakah partisi tersebut mau diformat dengan system apa. Biasakan menggunakan system “NTFS” dan pilih yang “QUICK” agar system melakukan format dengan cepat.

14. Proses format dan copy file akan berjalan. Tunggu sampai proses copy selesai. System akan restart secara otomatis.

15. Masuk ke BIOS lagi, ubah “1stboot device” ke hardisk (HDD 0) kemudian tekan F10

16. System akan melakukan proses instalasi. Tunggu sampai proses instalasi awal selesai, System akan meminta kita memasukkan computer name dan company name. Jika sudah tekan NEXT.

17. Masukkan Serial number CD WINDOWS yang dipakai lalu tekan NEXT.

18. Pilih Regional temapt kita untuk DATE AND TIME. Kemudian NEXT.

19. System akan menginstall Network Device. Setelah selesai, system akan memintak kita configurasi network. Tekan NEXT 2x karena kita tidak membahas NETWORKING.

20. System akan melanjutkan proses instalasi kembali kira-kira 20 menit. Tunggu sampai komputer melakukan restart dengan sendirinya yang menandakan proses instalasi telah selesai.

21. Akan muncul WELCOME note WINDOWS XP. Tekan NEXT. Kemudian lakukan registrasi jika mau, jika tidak pilih ” No Thanks” dan tekan NEXT. Isi nama username kita, lalu tekan NEXT. Kemudian tekan FINISH.

22. Instalasi WINDOWS telah selesai. Selamat menggunakan.